Kejadian yang mungkin tak kan terlupa. Tahu nggak ?! Kemarin (19-1-2006) kan aq mau ke Tsabita.Net untuk jaga. Waktu itu pas maqrib. Sebenarnya siangnya aq dah jaga gantian sama mb Jeshie. Tapi mungkin karena aq terlalu capek, jadi nggak konsen.
Aku melewati jalan kecil –pasar– sebelah rel KA Jl Timoho. Waktu itu aku ngebut soalnya dah jam 18:30 WIB, di jalan itu banyak gundukan semen setiap 8 meteran. Kursakan sepeda yang aku naiki nggak bisa dibelokkan. Berat banget. Aku pikir “kenapa ya?” Semakin lama aku kebut, dan tanpa kusadari aku menabrak gundukan semen, ‘Bruuuukkkk!!’. Aku jatuh. Antara sadar dan tidak aku berusaha bangun. Seperti mimpi. Sepeda patah mejadi dua. Roda belakang dan depan terpisah.
Waktu itu ad ibu-ibu yang berteriak minta tolong karena melihatku terkapar. Untung setelah beberapa menit datang anak asrama Jakarta maenolongku. sakit banget tubuhku, apalagi bagina tangan. sampai saat ini pun aku masih merasakan sakit. Sebenernya sih nggak begitu parah banget. Luka luar nggak banyak.
Aku diantar ke asrama mahasiswa Jakarta. Aku sholat dulu utnuk menennangkan pikiran. Mungkin juga karena aq bengong saat itu –masih kalut
, banyak pikiran–. Aku ditolong mas Zaenal. Orangnya baik. Untuk sementara, sepeda aku titipkan di sana. Aku diantar sama dia ke Tsabita.
Untung saja mb Jeshie nggak marah, aq telat. Cuma berkata “Kok telat !” Trus aq njelasin kejadian itu sama dia.
Sampai tulisan ini aku buat sepeda masih di sana. Kapan ya aq ambil untuk di perbaiki? Semoga secepatnya dapat riski sehingga bisa mbetulin sepeda bapak kost. Amin. Untuk sementara aku make sepeda wafiq untuk PP. Kebetulan nggak dipakai.