Winarno’s Blog

11 June 2006

Kembali Ke Jogja 2

Filed under: Diary - wiwin261 @ 1:03 pm

Yogyakarta, 6 May 2006

Hari kedua aku di jogja setelah Gempa 27 Mei kemarin. Sudah dua hari ini aku mempatin kost Fadil. Dan rencananya sih mau ke PMI Bantul nanti siang, jadi relawan, bantu bantu korban bencana gempa. Masih banyak saudara seiman yang membutuhkan bantuan.

Seperti biasa pagi ini begitu lengang. Tapi lebih mendingan daripada hari hari kemarin. Temen-temen kost banyak yang pulang, ataupun mengungsi. Kalau malam pun nggak bisa kayak dulu lagi, bebas berkeliaran kemana arah kali melangkah. Dengan banyaknya penjarahan yang terjadi di kampung ini maka aku dan temen temen nggak berani keluar malam. Apalagi aku bukan penduduk Jogja dalam hal ini aku nggak punya KTP Jogja. Bisa bisa aku dipukuli orang karena keluar masuk kampung. Makanya tiap malam nggak bisa lagi main ke tempat temen sampa larut malam.

Dari kemarin aku masih makai pakian yang kemarin, ;) ) belom ada ganti. Hanya satu stell ini aja yang masih selamat. Rencana nanti mau ke Hero mo ambil sebagian pakeanku yang mungkin masih bisa dipakai.

Pagi ini aku masih saja berkutat di depan komputer dengan rasa bingung karena PP belom kelar kelar sampai sekarang. Referensi untuk pembuatan laporan PP pun nggak ada, jadi sementara aku masih buat rancangan secara keseluruhannya. Apalagi programnya belom sama sekali aku kerjakan.

Kembali Ke Jogja

Filed under: Diary - wiwin261 @ 1:02 pm

Yogyakarta, 5 Juni 2006

Senin 5 Juni 2006, hari pertama aku mulai kuliah lagi di Jogja. Setelah kurang lebih satu minggu aku berada di rumah karena libur. Libur akibat bencana kemarin (27 Mei 2006).

Hari–hari pertama kuliah yang kudapati hanyalah retakan-retakan tembok yang sudah terlihat tua. Tembok yang entah sudah berapa tahun umurnya. Tembok yang setia menemaniku mendengarkan petuah-petuah Sang Dosen. Teman-teman seangkatan juga nggak banyak yang datang ke kampus, hanya segelintir orang yang berada di kampus. Kata temenku, mereka banyak yang pulang kampung karena masih trauma dengan kejadian 27 Mei 2006 atau mungkin untuk mengungsi sementara ke tempat yang aman. Kejadian yang begitu banyak memakan korban. Gempa dengan kekuatan 5.9 scala richter telah memporakporandakan kota Jogja dan sekitarnya. Sampai sekarang jumlah korban bencana Gempa Jogja sekitar 4000 korban. Angka yang bisa dibilang nggak sedikit. Belum lagi jumlah korban yang sakit berat maupun ringan.

Perekonomian Jogja saat ini udah mulai menampakkan wajahnya. Para pedagang sudah mulai berjualan di pasar-pasar. Tadi pagi kulihat para pedagang “sliwar-sliwer” mengangkut dagangannya ke pasar. Harga makanan yang biasa dengan harga mahasiswa nggak lagi bersabat. Sekarang harga makanan dan bahan pokok sudah naik dua kali lipatnya. Nggak bisa ngebayangin berapa uang yang harus dikeluarkan seharinya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dengan kocek mahasiswa yang pas pasan, mengandalkan kiriman dari orang tua, mungkin dirasa nggak cukup untuk itu semua. Tapi mau gimana lagi, kami harus bisa ‘ngirit’.

Kejadian 27 Mei masih menyisakan butir-butir kenangan pahit yang masih melekat di hati kami. Sampai saat ini pun aku masih trauma. Tidur pun nggak bisa se-nyenyak kemarin kemarin. Apalagi banyaknya aksi penjarahan barang-barang elektronik yang dilakukan oleh orang yang ‘pinter’ memanfaatkan situasi. Dengan situasi yang kayak gini kami diharuskan untuk waspada.

Perkuliahan masih tetep berjalan seperti biasa dan dimulai tanggal 7 Juni besok. Tanpa menempati gedung, kami diharuskan untuk mengambil foto copy materi yang telah tersedia. Jadi sampai tanggal 25 Juni. Ujian praktikum/responsi dilaksanakan secara tertulis. Selajutnya tinggal UAS tanggal 27 Juni – 5 Juli 2006.

Hari ini pun aku belom punya tempat tinggal yang tetap, sementara masih ngikut temen dulu. Tsabita dah roboh, dan nggak mungkin ditempatin lagi. Hanya tinggal puing-puing dan kenangan manis yang tersisa.

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Alex King