Kembali Ke Jogja
Yogyakarta, 5 Juni 2006
Senin 5 Juni 2006, hari pertama aku mulai kuliah lagi di Jogja. Setelah kurang lebih satu minggu aku berada di rumah karena libur. Libur akibat bencana kemarin (27 Mei 2006).
Hari–hari pertama kuliah yang kudapati hanyalah retakan-retakan tembok yang sudah terlihat tua. Tembok yang entah sudah berapa tahun umurnya. Tembok yang setia menemaniku mendengarkan petuah-petuah Sang Dosen. Teman-teman seangkatan juga nggak banyak yang datang ke kampus, hanya segelintir orang yang berada di kampus. Kata temenku, mereka banyak yang pulang kampung karena masih trauma dengan kejadian 27 Mei 2006 atau mungkin untuk mengungsi sementara ke tempat yang aman. Kejadian yang begitu banyak memakan korban. Gempa dengan kekuatan 5.9 scala richter telah memporakporandakan kota Jogja dan sekitarnya. Sampai sekarang jumlah korban bencana Gempa Jogja sekitar 4000 korban. Angka yang bisa dibilang nggak sedikit. Belum lagi jumlah korban yang sakit berat maupun ringan.
Perekonomian Jogja saat ini udah mulai menampakkan wajahnya. Para pedagang sudah mulai berjualan di pasar-pasar. Tadi pagi kulihat para pedagang “sliwar-sliwer” mengangkut dagangannya ke pasar. Harga makanan yang biasa dengan harga mahasiswa nggak lagi bersabat. Sekarang harga makanan dan bahan pokok sudah naik dua kali lipatnya. Nggak bisa ngebayangin berapa uang yang harus dikeluarkan seharinya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dengan kocek mahasiswa yang pas pasan, mengandalkan kiriman dari orang tua, mungkin dirasa nggak cukup untuk itu semua. Tapi mau gimana lagi, kami harus bisa ‘ngirit’.
Kejadian 27 Mei masih menyisakan butir-butir kenangan pahit yang masih melekat di hati kami. Sampai saat ini pun aku masih trauma. Tidur pun nggak bisa se-nyenyak kemarin kemarin. Apalagi banyaknya aksi penjarahan barang-barang elektronik yang dilakukan oleh orang yang ‘pinter’ memanfaatkan situasi. Dengan situasi yang kayak gini kami diharuskan untuk waspada.
Perkuliahan masih tetep berjalan seperti biasa dan dimulai tanggal 7 Juni besok. Tanpa menempati gedung, kami diharuskan untuk mengambil foto copy materi yang telah tersedia. Jadi sampai tanggal 25 Juni. Ujian praktikum/responsi dilaksanakan secara tertulis. Selajutnya tinggal UAS tanggal 27 Juni – 5 Juli 2006.
Hari ini pun aku belom punya tempat tinggal yang tetap, sementara masih ngikut temen dulu. Tsabita dah roboh, dan nggak mungkin ditempatin lagi. Hanya tinggal puing-puing dan kenangan manis yang tersisa.
