Winarno’s Blog

22 July 2007

Iseng Nge-post

Filed under: Diary - wiwin261 @ 4:04 am

Iseng nge-post ah :) Entah setelah berapa lama blog ini aku tinggalkan. Terasa kangen pingin nulis di blogsome. Jika di dihitung sekitar 10 bulan tidak nge-post. Lama juga hiatus dari blogsome :)

Hanya satu kata yang terucap. “Kangen”

11 June 2006

Kembali Ke Jogja 2

Filed under: Diary - wiwin261 @ 1:03 pm

Yogyakarta, 6 May 2006

Hari kedua aku di jogja setelah Gempa 27 Mei kemarin. Sudah dua hari ini aku mempatin kost Fadil. Dan rencananya sih mau ke PMI Bantul nanti siang, jadi relawan, bantu bantu korban bencana gempa. Masih banyak saudara seiman yang membutuhkan bantuan.

Seperti biasa pagi ini begitu lengang. Tapi lebih mendingan daripada hari hari kemarin. Temen-temen kost banyak yang pulang, ataupun mengungsi. Kalau malam pun nggak bisa kayak dulu lagi, bebas berkeliaran kemana arah kali melangkah. Dengan banyaknya penjarahan yang terjadi di kampung ini maka aku dan temen temen nggak berani keluar malam. Apalagi aku bukan penduduk Jogja dalam hal ini aku nggak punya KTP Jogja. Bisa bisa aku dipukuli orang karena keluar masuk kampung. Makanya tiap malam nggak bisa lagi main ke tempat temen sampa larut malam.

Dari kemarin aku masih makai pakian yang kemarin, ;) ) belom ada ganti. Hanya satu stell ini aja yang masih selamat. Rencana nanti mau ke Hero mo ambil sebagian pakeanku yang mungkin masih bisa dipakai.

Pagi ini aku masih saja berkutat di depan komputer dengan rasa bingung karena PP belom kelar kelar sampai sekarang. Referensi untuk pembuatan laporan PP pun nggak ada, jadi sementara aku masih buat rancangan secara keseluruhannya. Apalagi programnya belom sama sekali aku kerjakan.

Kembali Ke Jogja

Filed under: Diary - wiwin261 @ 1:02 pm

Yogyakarta, 5 Juni 2006

Senin 5 Juni 2006, hari pertama aku mulai kuliah lagi di Jogja. Setelah kurang lebih satu minggu aku berada di rumah karena libur. Libur akibat bencana kemarin (27 Mei 2006).

Hari–hari pertama kuliah yang kudapati hanyalah retakan-retakan tembok yang sudah terlihat tua. Tembok yang entah sudah berapa tahun umurnya. Tembok yang setia menemaniku mendengarkan petuah-petuah Sang Dosen. Teman-teman seangkatan juga nggak banyak yang datang ke kampus, hanya segelintir orang yang berada di kampus. Kata temenku, mereka banyak yang pulang kampung karena masih trauma dengan kejadian 27 Mei 2006 atau mungkin untuk mengungsi sementara ke tempat yang aman. Kejadian yang begitu banyak memakan korban. Gempa dengan kekuatan 5.9 scala richter telah memporakporandakan kota Jogja dan sekitarnya. Sampai sekarang jumlah korban bencana Gempa Jogja sekitar 4000 korban. Angka yang bisa dibilang nggak sedikit. Belum lagi jumlah korban yang sakit berat maupun ringan.

Perekonomian Jogja saat ini udah mulai menampakkan wajahnya. Para pedagang sudah mulai berjualan di pasar-pasar. Tadi pagi kulihat para pedagang “sliwar-sliwer” mengangkut dagangannya ke pasar. Harga makanan yang biasa dengan harga mahasiswa nggak lagi bersabat. Sekarang harga makanan dan bahan pokok sudah naik dua kali lipatnya. Nggak bisa ngebayangin berapa uang yang harus dikeluarkan seharinya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dengan kocek mahasiswa yang pas pasan, mengandalkan kiriman dari orang tua, mungkin dirasa nggak cukup untuk itu semua. Tapi mau gimana lagi, kami harus bisa ‘ngirit’.

Kejadian 27 Mei masih menyisakan butir-butir kenangan pahit yang masih melekat di hati kami. Sampai saat ini pun aku masih trauma. Tidur pun nggak bisa se-nyenyak kemarin kemarin. Apalagi banyaknya aksi penjarahan barang-barang elektronik yang dilakukan oleh orang yang ‘pinter’ memanfaatkan situasi. Dengan situasi yang kayak gini kami diharuskan untuk waspada.

Perkuliahan masih tetep berjalan seperti biasa dan dimulai tanggal 7 Juni besok. Tanpa menempati gedung, kami diharuskan untuk mengambil foto copy materi yang telah tersedia. Jadi sampai tanggal 25 Juni. Ujian praktikum/responsi dilaksanakan secara tertulis. Selajutnya tinggal UAS tanggal 27 Juni – 5 Juli 2006.

Hari ini pun aku belom punya tempat tinggal yang tetap, sementara masih ngikut temen dulu. Tsabita dah roboh, dan nggak mungkin ditempatin lagi. Hanya tinggal puing-puing dan kenangan manis yang tersisa.

4 May 2006

Gifts From The Heart for Women

Filed under: Diary - wiwin261 @ 1:43 am

Kisah berikut ini dikutip dari buku “Gifts From The Heart for Women” karangan Karen Kingsbury. Buku ini dapat Anda peroleh di toko buku Gramedia, maupun toko buku lainnya.

Inti ceritanya kira-kira sbb :

Ada pasangan suami isteri yang sudah hidup beberapa lama tetapi belum mepunyai keturunan. Sejak 10 tahun yang lalu, sang istri terlibat aktif dalam kegiatan untuk menentang ABORSI,karena menurut pandangannya, aborsi berarti membunuh seorang bayi.

Setelah bertahun-tahun berumah-tangga, akhirnya sang istri hamil, sehingga pasangan tersebut sangat bahagia. Mereka menyebarkan kabar baik ini kepada famili, teman2 dan sahabat2, dan lingkungan sekitarnya. Semua orang ikut bersukacita dengan mereka.

Dokter menemukan bayi kembar dalam perutnya, seorang bayi laki2 dan
perempuan.Tetapi setelah beberapa bulan, sesuatu yang buruk terjadi.
Tetapi bayi perempuan mengalami kelainan, dan ia mungkin tidak bisa hidup sampai masa kelahiran tiba. Dan kondisinya juga dapat mempengaruhi kondisi bayi laki2. Jadi dokter menyarankan untuk dilakukan aborsi, demi untuk sang ibu dan bayi laki2 nya.

Fakta ini membuat keadaan menjadi terbalik. Baik sang suami maupun sang
istri mengalami depressi. Pasangan ini bersikeras untuk tidak menggugurkan bayi perempuannya (membunuh bayi tsb), tetapi juga kuatir terhadap kesehatan bayi laki2nya. “Saya bisa merasakan keberadaannya, dia sedang tidur nyenyak”, kata sang ibu di sela tangisannya.

Lingkungan sekitarnya memberikan dukungan moral kepada pasangan tersebut,dengan mengatakan bahwa ini adalah kehendak Tuhan.

Ketika sang istri semakin mendekatkan diri dengan Tuhan, tiba-tiba dia
tersadar bahwa Tuhan pasti memiliki rencanaNya dibalik semua ini. Hal ini membuatnya lebih tabah.Pasangan ini berusaha keras untuk menerima fakta ini. Mereka mencari informasi di internet, pergi ke perpustakaan, bertemu dengan banyak dokter, untuk mempelajari lebih banyak tentang masalah bayi mereka. Satu hal yang mereka temukan adalah bahwa mereka tidak sendirian. Banyak pasangan lainnya yang juga mengalami situasi yang sama, dimana bayi mereka tidak dapat hidup lama. Mereka juga menemukan bahwa beberapa bayi akan mampu bertahan hidup, bila mereka mampu memperoleh donor organ dari bayi lainnya. Sebuah peluang yang sangat langka. Siapa yang mau mendonorkan organ bayinya ke orang lain ? Jauh sebelum bayi mereka lahir, pasangan ini menamakan bayinya, Jeffrey danAnne.

Mereka terus bersujud kepada Tuhan. Pada mulanya,mereka memohon keajaiban supaya bayinya sembuh. Kemudian mereka tahu, bahwa mereka seharusnya memohon agar diberikan kekuatan untuk menghadapi apapun yang terjadi, karena mereka yakin Tuhan punya rencanaNya sendiri.

Keajaiban terjadi, dokter mengatakan bahwa Anne cukup sehat untuk
dilahirkan, tetapi ia tidak akan bertahan hidup lebih dari 2 jam. Sang
istri kemudian berdiskusi dengan suaminya, bahwa jika sesuatu yang buruk terjadi pada Anne, mereka akan mendonorkan organnya. Ada dua bayi yang sedang berjuang hidup dan sekarat, yang sedang menunggu donor organ bayi. Sekali lagi, pasangan ini berlinangan air mata. Mereka menangis dalam posisi sebagai orang tua, dimana mereka bahkan tidak mampu menyelamatkan Anne. Pasangan ini bertekad untuk tabah menghadapi kenyataan yg akan terjadi.

Hari kelahiran tiba. Sang istri berhasil melahirkan kedua bayinya dengan selamat. Pada momen yang sangat berharga tersebut, sang suami menggendong Anne dengan sangat hati-hati, Anne menatap ayahnya, dan tersenyum dengan manis. Senyuman Anne yang imut tak akan pernah terlupakan dalam hidupnya. Tidak ada kata2 di dunia ini yang mampu menggambarkan perasaan pasangan tersebut pada saat itu. Mereka sangat bangga bahwa mereka sudah melakukan pilihan yang tepat (dengan tidak mengaborsi Anne),mereka sangat bahagia melihat Anne yang begitu mungil tersenyum pada mereka, mereka sangat sedih karena kebahagiaan ini akan berakhir dalam beberapa jam saja.

Sungguh tidak ada kata2 yang dapat mewakili perasaan pasangan tersebut.
Mungkin hanya dengan air mata yang terus jatuh mengalir, air mata yang
berasal dari jiwa mereka yang terluka.. Baik sang kakek, nenek, maupun kerabat famili memiliki kesempatan untuk melihat Anne. Keajaiban terjadi lagi, Anne tetap bertahan hidup setelah lewat 2 jam. Memberikan kesempatan yang lebih banyak bagi keluarga tersebut untuk saling berbagi kebahagiaan. Tetapi Anne tidak mampu bertahan setelah enam jam…..

Para dokter bekerja cepat untuk melakukan prosedur pendonoran organ.
Setelah beberapa minggu, dokter menghubungi pasangan tsb bahwa donor tsb berhasil. Dua bayi berhasil diselamatkan dari kematian. Pasangan tersebut sekarang sadar akan kehendak Tuhan. Walaupun Anne hanya hidup selama 6 jam, tetapi dia berhasil menyelamatkan dua nyawa. Bagi pasangan tersebut, Anne adalah pahlawan mereka, dan sang Anne yang mungil akan hidup dalam hati mereka selamanya…

Ada 3 point penting yang dapat kita renungkan dari kisah ini :

  1. SESUNGGUHNYA, tidaklah penting berapa lama kita hidup, satu hari ataupun bahkan seratus tahun. Hal yang benar2 penting adalah apa yang kita telah kita lakukan selama hidup kita, yang bermanfaat bagi orang lain.
  2. SESUNGGUHNYA, tidaklah penting berapa lama perusahaan kita telah
    berdiri, satu tahun ataupun bahkan dua ratus tahun. Hal yang benar2 penting adalah apa yang dilakukan perusahaan kita selama ini, yang bermanfaat bagi orang lain.
  3. Ibu Anne mengatakan “Hal terpenting bagi orang tua bukanlah mengenai
    bagaimana karier anaknya di masa mendatang, dimana mereka tinggal, maupun berapa banyak uang yang mampu mereka hasilkan. Tetapi hal terpenting bagi kita sebagai orang tua adalah untuk memastikan bahwa anak2 kita melakukan hal2 terpuji selama hidupnya, sehingga ketika kematian menjemput mereka, mereka akan menuju surga”.
  4. Ada 4 kemungkinan respon dari pihak2 yang telah membaca kisah ini.

    PERTAMA, cuek / tidak peduli / tidak mengerti kisah ini.
    KEDUA, tersentuh dengan kisah ini, tetapi tidak melakukan apapun.
    KETIGA,tersentuh dengan kisah ini, intropeksi diri, lalu mengubah cara pandang tentang hidupnya.
    KEEMPAT, tersentuh, intropeksi diri, mengubah cara pandang
    tentang hidupnya, lalu bergerak aktif untuk memaknai hidupnya sendiri
    dengan cara memberikan makna bagi kehidupan orang lain.

    Bila di antara sekian banyak orang yang memperoleh kisah ini dari Anda, ada satu saja yang termasuk kategori nomor EMPAT, ini berarti Anda telah berhasil mengubah hidup seseorang, dari sekedar “Hidup” menjadi “Hidup Yang Lebih Bermakna”. Mereka sungguh beruntung dengan kehadiran Anda di dunia ini.

    Berhentilah Untuk Selalu Memikirkan Kepentingan Diri Sendiri, Jadikanlah Kehadiran Anda Di Dunia Ini Sebagai RAHMAT Bagi Orang Banyak dan Bagi Orang2 Yang Anda Cintai (Ayah, Ibu, Saudara/i,Suami/Istri, Anak2 Anda, dst)

27 April 2006

Sesuatu Yang Tertunda

Filed under: Diary - wiwin261 @ 11:00 am

“Sesuatu yang tertunda” is like a one of Padi’s song. Realy much that I must doing like mading Himatika, PP, some homework from my teachers and work in tsabita. More of them still pending. And this week is a MID day. I never study or prepare before, hehehehehe –emang nggak pernah belajar ;) ). nggak boleh di tiru yach :)

Mading Himatika sebenernya bukan aku saja yang ngurusin. Aku dah ngomong sama temen-temen gimana biar update dan aku suruh untuk cari data. Yaa gt deh, 90% nggak ditanggapin. Gimana lagi yaa terpaksa aku harus turun tangan. Syukurlah Kholid bisa bantu aku editing, jadi ndak begitu pusing aku ngedit. Yaa nggak apalah yang penting kerjaanku jadi ndak ribet banget. Sebenernya aku dah nggak enak banget sama Ketua Himatika. Kalau nggak salah dah di tanya 1 bulan yang lalu. hehehehe dasar akunya aja yang males. Makanya sampe sekarang mading belom terbit juga. Heheheh jadi malu. Maaf ya man insyaallah deh minggu ini dah terbit. Maafkan aku ya semuanya. Ada yang kangen dengan tulisanku yach? ;) )

PP. Apa itu PP? mmmmmmmm. PP (Program Profesional) adalah salah satu mata kuliah yang harus diambil untuk menempuh mata kuliah KP. Lho apalagi KP? KP adalah Kerja Praktek dimana mahasiswa melakukan suatu penelitian/praktek di lapangan dan hasil penelitian itu bisa sebuah program –kebanyakan sih gitu– atau hasil karya sendiri dari implementasi yang telah diperoleh dari bangku kuliah. Hehehe mungkin kayak gt, pada bingung nggak sih? ;) ) Setelah KP maka baru dilanjutkan dengan Skripsi. Weks panjang banget yaa jalan yang harus dilalui. Sebelum skripsi biasanya mahasiswa diwajibkan untuk menempuh KKL/KKN. Salah satu syarat KKN adalah sudah habis mata kuliah teori. Hehehe. Abis KKL baru skripsi dan pendadaran trus wisuda. :D . Hiks hiks, ngebayangin wisuda nanti :) . Aku juga bingung mo buat apa untuk PP semester ini. padahal modal belom keterampilan belom ada. Yaa insyaallah aku buat web make PHP aja yang nggak begitu bingung –hehehe masih bingung :( – Buat yang sederhana aja nanti kalau pas KP baru yang agak berat. :) I think I can finish my home work. I always pray to Allah, and I hope I can finish my project before Examimation at 6th semesters. My friend…… can you help me? :)

Yesterday I have done UTS. Hiks… hiks…. Although I am not studing but I can do it. Although maybe not 90% correct. Tommorow –Saturday, 29th of April 2006– I must doing the test again for TBO -Teori Bahasa Otomata-subject. It more dificult. Morever my teacher rarely come to the school. I know that he is very busy. His name Mr. Firrar Utdirattatmo. May be all of you have been know by reading the books that he wrote. And now Mr. Firrar replaced by Mr. Suparyanto.

May be I must make a good schedule to prepare my activity, although yesterday I have make a schedule but is not good.

19 April 2006

Nge-blog lagi

Filed under: Diary - wiwin261 @ 2:10 pm

Selamat malam “maya”. Lama aku nggak nge-blog lagi. lagi nggak mood untuk ngeblog. Yach namanya juga hoby. :) Kadang kalau lagi mood pingin nulis yang panjang-panjang. Aku lagi kangen nge-blog.

Malaam…. Hari begitu cepat berlalu. Sampai saat ini aku masih belom bisa untuk mewujudkan keinginanku. Malam…. Sampaikapankan hal itu akan datang padaku? Haruskah aku menunggu dan terus menunggu? Yaa Robb ….. Sabarkah aku menerima ujian-Mu? Yaa Robb Apakah Engkau medengar tangisan hamba-Mu? Apakah ini akan berakhir? Sekarang aku nggak muluk muluk menginginkan sesuatu dari Mu yaa Robb. Kalau emang ini jalanku aku akan jalani ini dengan ikhas.

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Alex King